Perangi Narkoba (NAPZA) Melalui Komik Pendidikan


Pemberitaan nasional.sindonews.com tentang data pengguna narkoba

Pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,1 juta orang, dan itu terbesar di Asia. Dari jumlah itu, 40% di antaranya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka umumnya pelajar SD hingga perguruan tinggi. Data tersebut diungkapkan oleh Kepala Humas BNN Kombes Pol Sulistiandriatmoko pada Selasa 14 November 2017, seperti dikutip dari nasional.sindonews.com. Merujuk pada angka 40% atau sekitar 2 juta orang, bukanlah angka yang kecil dan patut diabaikan. Melepaskan pelajar dan mahasiswa ke tangan narkoba itu sama saja seperti bersiap menyongsong kehancuran negeri. Bagaimana tidak, dua juta manusia itu adalah aset negara! Aset dan generasi yang akan melanjutkan roda pemerintahan dan perekonomian negara. Berbagai penyuluhan dan pembinaan di sekolah-sekolah telah dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya para siswa ke dunia narkoba. Hal itu tentu sangat penting, sehingga para siswa dapat mengenal lebih dalam tentang narkoba dan sisi buruknya. Namun bagaimana dengan bacaan anak-anak di rumah? Apakah tulisan yang mereka baca sehat dan mendidik? Bagaimana jika mereka lebih banyak membaca ajakan menggunakan narkoba dari gadget? Komik pendidikan bisa menjadi salah satu bacaan yang menarik namun mendidik bagi para siswa. Berbagai pengetahuan dan nilai moral bisa didapatkan hanya dalam satu genggaman. Apalagi, komik hingga saat ini masih menjadi bacaan yang digandrungi oleh semua kalangan. ‘Jauhi NAPZA, Jauhi Bahayanya’ merupakan salah satu komik pendidikan yang diterbitkan oleh Pendidikan.id, yang memperingatkan betapa bahayanya narkoba bagi sang pengguna. Dengan cerita dan gambar yang menarik, komik ini sarat akan pengetahuan. Mulai dari apa itu NAPZA, macam-macam NAPZA dan contohnya, hingga dampak apa yang akan ditimbulkan bila mengonsumsi barang penyebab candu itu.
komik pendidikan narkoba narkotika napza psikotrpoika

Cover komik digital 'Jauhi NAPZA, Jauhi Bahayanya'

NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Narkotika contohnya adalah morfin dan kokain, psikotropika contohnya adalah obat-obatan yang digunakan untuk sedasi. Sementara contoh zat adiktif yaitu nikotin, alkohol dan kafein. Ketiga jenis NAPZA tersebut memiliki kegunaan yang berbeda, namun sama-sama memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan. Pengguna akan kecanduan, sulit terlepas hingga zat tersebut benar-benar merusak semua jaringan tubuhnya. Melalui komik ini, Pendidikan.id ingin turut membentuk karakter anak bangsa yang bersih dari narkoba. Tidak hanya mendapatkan sosialisasi dari petugas kesehatan, orang tua dan garu saja, melainkan anak-anak harus terus dihujani edukasi tentang narkoba. “Termasuk juga edukasi dari komik, salah satu bentuk hiburan yang menarik bagi anak. Jika mereka terus diingatkan dan diedukasi, maka hal itu bisa menjadi doktrin yang menancap kuat di pikiran anak-anak,” jelas Nita, koordinator tim komik Pendidikan.id. Seperti himbauan Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang mengatakan, “Semua itu harus dihentikan, dilawan dan tidak bisa dibiarkan lagi. Kita tegaskan perang melawan narkoba.” Maka Pendidikan.id pun turut berperang melalui pendidikan, dengan mencekoki para generasi bangsa edukasi dan nilai moral yang baik. (wr: lia) Download aplikasi TokoBuku untuk membaca komik secara GRATIS. (available for iOS, windows, android)

0 Reviews


Contact


Follow & Bookmarking

Bookmark this
Advertisement